Sering kali, yang terbayang pertama kali ketika kita mendengar kata arsitektur adalah bangunan, baik gedung, rumah, hotel, atau perkantoran. Hal ini tidak salah, karena inti dari arsitektur adalah merancang bangun wujud dari kebutuhan papan manusia. Maka karya arsitektur adalah berbagai hal yang berkaitan dengan bangunan.

Tidak hanya bangunan-bangunan megah dan artistik, bahkan kandang sapi pun termasuk karya arsitektur. Sebuah bangunan harus memiliki tiga unsur, yakni keindahan/estetika, kekuatan, dan kegunaan. Untuk itu, seorang arsitek (profesi arsitektur) harus dibekali dengan ilmu lain, yakni matematika, sains, seni, teknologi, humaniora, dan sebagainya.

 

Apa yang harus disiapkan calon mahasiswa Jurusan Arsitektur?

Apa yang harus disiapkan calon mahasiswa Jurusan Arsitektur? via imaftui

Apa yang harus disiapkan calon mahasiswa Jurusan Arsitektur? via imaftui

  1. Passion

Untuk masuk ke jurusan ini, pertama kali kamu harus memiliki passion dalam dunia arsitektur. Jika tidak ada kecintaan atau minat pada bidang ini, kelak kamu akan kesulitan mengikuti perkuliahan. Terkadang ada calon mahasiswa yang belum memiliki kemampuan yang dibutuhkan di jurusan ini, misalnya menggambar perspektif. Namun karena ia cinta, maka ia memiliki kemauan yang keras untuk belajar.

  1. Ketekunan

Profesi arsitek membutuhkan ketelitian dan ketekunan dalam menghasilkan desain bangunan. Maka karakter ini harus mulai dibangun sejak dini jika ingin masuk di Jurusan Arsitektur. Tidak akan ruginya juga kan jika kita tekun? Setiap pekerjaan pasti membutuhkan fokus dan ketekunan.

  1. Persepsi ruang

Arsitektur adalah tentang bangunan, jadi tidak akan lepas dari persepsi keruangan. Mahasiswa arsitektur harus memiliki persepsi ruang yang baik. Ketika membuat garis pada gambar rancangannya, seorang arsitek harus mampu membayangkan bagaimana wujud garis tersebut pada bangunan yang nyata secara tiga dimensi. Mirip dengan pelajaran bangun ruang di matematika dan gambar perspektif di mata pelajaran kesenian saat SMA, bukan?

advertisement
  1. Memori visual

Memori visual ini berkaitan dengan inspirasi. Untuk membuat rancangan sebuah bangunan, seorang arsitek akan menggabungkan imajinasi dan karya arsitektur yang telah ada untuk kemudian dimodifikasi menjadi karya baru yang beda dan unik. Untuk itu, seorang arsitek hendaknya memiliki kemampuan mengingat dari apa yang telah dilihatnya (memori visual).

  1. Kemampuan menggambar

Kemampuan menggambar harus dimiliki oleh mahasiswa arsitektur. Namun, tidak selalu harus mahir, kemampuan ini bisa dipelajari asal kamu suka menggambar.

 

Di mana kamu bisa kuliah Jurusan Arsitektur?

Di mana kamu bisa kuliah Jurusan Arsitektur? via IMA_FTUI

Di mana kamu bisa kuliah Jurusan Arsitektur? via IMA_FTUI

Salah satu universitas yang menyediakan program studi arsitektur adalah Universitas Indonesia (UI). Di UI, Program Studi Arsitektur telah mendapatkan akreditasi A oleh BAN-PT dan telah terakreditasi oleh ASEAN University Network (AUN). Program Sarjana Arsitektur UI berada di bawah Fakultas Teknik. Lama masa studi adalah 4 tahun dengan SKS minimal sebanyak 144. Setelah lulus dari Program Studi Arsitektur, mahasiswa akan mendapat gelar Sarjana Teknik (S.T.). Departemen Arsitektur menggunakan kurikulum yang mengaplikasikan metode pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning [PBL]). Kurikulum ini mengarahkan program sarjana arsitektur sebagai pendidikan praprofesional.

BACA JUGA: Kamu Cowok Teknik? Berbahagialah karena Kamu Istimewa Di Mata Kami

Pada tahun 2008, Departemen Arsitektur FTUI membuka program studi (prodi) baru, yaitu Program Studi Arsitektur Interior. Prodi ini menekankan pada perancangan aspek interioritas pada arsitektur. Jadi untuk kamu yang tertarik bidang arsitektur, kamu bisa memilih 2 program studi sarjana di FTUI, yakni Arsitektur atau Arsitektur Interior. Selain program sarjana regular, UI juga membuka program studi arsitektur Kelas Internasional (KI), tempat mahasiswa mengikuti perkuliahan dari 2 universitas, di UI dan universitas di luar negeri (http://www.ui.ac.id/akademik/sarjana-reguler/fakultas-teknik-2/s1-arsitektur-interior.html).

advertisement

Departemen Arsitektur di UI juga menawarkan program fast track. Bagi mahasiswa yang memenuhi syarat akan disediakan program fast track yang memungkinkan mahasiswa menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 dalam waktu 5 tahun, 1 tahun lebih singkat dibanding dengan masa studi kurikulum regular. Untuk program Magister, Departemen Arsitektur menyediakan 3 peminatan, yaitu peminatan proses kreatif, peminatan humanity, dan peminatan teknologi dan ketahanan. Program pasca sarjana yang lain adalah Program Profesi Arsitek dan Program Doktoral.

 

Apa saja yang dipelajari di Jurusan Arsitektur?

Apa saja yang dipelajari di Jurusan Arsitektur? via imaftui

Apa saja yang dipelajari di Jurusan Arsitektur? via imaftui

Beberapa mata kuliah yang akan dipelajari di Jurusan Arsitektur antara lain:

  • Komunikasi desain digital
  • Aljabar linier
  • Arsitektur kawasan pesisir
  • Arsitektur etnik
  • Arsitektur kota dan kuasa
  • Ekologi perkotaan
  • Geometri dan arsitektur
  • Teknologi bangunan
  • Metode perancangan arsitektur, dan lain-lain.

Selain mata kuliah yang berkaitan dengan arsitektur di UI, mahasiswa juga mendapat mata kuliah wajib dari universitas, seperti Agama, Pancasila dan Kewarganegaraan, Seni, dan olahraga (http://dialog.ui.ac.id/id/print/detil/01.05.04.01).

 

Berapa biaya kuliah jurusan arsitektur di UI?

Berapa biaya kuliah jurusan arsitektur di UI? via @IMA_FTUI

Berapa biaya kuliah jurusan arsitektur di UI? via @IMA_FTUI

UI menggunakan uang kuliah tunggal, atau UKT, di mana mahasiswa membayar biaya satuan pendidikan yang sudah ditetapkan program studi dan tidak dikenakan biaya per SKS lagi. Untuk program studi sarjana regular, UI menggunakan Biaya Operasional Pendidikan Berkeadilan (BOP-B) dan tidak dikenakan uang pangkal.

BACA JUGA: Pengen Kuliah di Fasilkom UI? Baca Dulu Tulisan Ini

Besarnya BOP-B di program, studi sarjana regular arsitektur adalah sebesar Rp100.000,00-Rp7.500.000,00 tergantung kemampuan penanggung biaya (http://www.ui.ac.id/akademik/sarjana-reguler/fakultas-teknik-2/s1-arsitektur.html).

 

Bagaimana prospek kerja lulusan Arsitektur?

Bagaimana prospek kerja lulusan Arsitektur? via news.indonesiakreatif

Bagaimana prospek kerja lulusan Arsitektur? via news.indonesiakreatif

Sebagai bidang keprofesian, Jurusan Arsitektur menghasilkan lulusan profesional di bidang arsitektur. Untuk dapat bekerja sebagai arsitek profesional, lulusan arsitektur harus mengikuti program pendidikan profesi arsitek. Jika tidak mengambil program profesi, lulusan arsitektur dapat menjadi asisten arsitek pada perusahaan konsultan arsitektur.

BACA JUGA: Mengenal Program Studi Teknik Komputer UI, Prospek Karier, dan Gaji Lulusannya

Secara umum, prospek Jurusan Arsitektur sangat besar, karena kebutuhan manusia akan papan juga semakin meningkat. Tidak hanya untuk membuat bangunan baru, merenovasi bangunan lama pun butuh jasa seorang arsitek.

Beberapa prospek pekerjaan yang bisa didapat oleh lulusan arsitektur antara lain:

  1. Konsultan arsitek mandiri

Lulusan arsitektur bisa bekerja secara mandiri atau freelance. Seorang arsitek bisa mendirikan perusahaan sendiri, seperti biro konsultan, perusahaan pengembang perumahan (developer), perusahaan kontraktor, atau perusahaan manajemen konstruksi. Produk yang dihasilkan seorang arsitek yaitu rancangan bangunan atau tahap pembangunan rancangan. Seorang arsitek bisa bekerja sama dengan pemilik modal, kemudian mempekerjakan mandor dan bekerja sama dengan pemasok bahan bangunan untuk menghasilkan produknya sendiri.

  1. Menjadi arsitek di biro konsultan arsitek

Seorang arsitek dapat menjadi pegawai di perusahaan konsultan arsitek. Tugas arsitek yakni menjadi bagian dari tim atau menangani keseluruhan rangkaian proses desain.

  1. Perusahaan developer

Pada perusahaan pengembang atau developer, seorang arsitek bekerja sebagai perancang bangunan atau sekaligus ikut bertanggung jawab dalam pengawasan proses pembangunan rancangan yang dibuatnya.

  1. Perusahaan kontraktor

Arsitek di perusahaan kontraktor bekerja sebagai perancang atau pelaksana pembangunan rancangan sesuai permintaan klien. Tidak hanya terkait dengan itu, seorang arsitek di perusahaan kontraktor juga melakukan tugas lain, seperti pembelian lahan, marketing, administrasi, hingga pembuatan kontrak.

  1. Instansi pemerintah

Seorang lulusan arsitektur juga dapat bekerja di instansi pemerintah sebagai pegawai negeri sipil di Kementrian Pekerjaan Umum, Kementrian Pemukiman dan Prasarana Wilayah, Dinas Tata Kota, dan sebagainya.

  1. Dosen

Bagi yang cinta dunia akademik, menjadi dosen Jurusan Arsitektur bisa menjadi salah satu profesi yang dapat ditekuni oleh lulusan Arsitektur. Namun, tidak cukup hanya meraih gelar sarjana, untuk menjadi dosen dibutuhkan pendidikan minimal master bahkan doktor.

  1. Industri kreatif

Dengan pemikiran kreatif dan bekal ilmu yang telah dipelajari, lulusan Arsitektur juga dapat bekerja di dunia industri kreatif, seperti desain produk, desain visual, dan lain-lain.

  1. Desain interior

Khusus untuk lulusan arsitektur interior, setelah lulus dapat meniti karir sebagai arsitek interior dalam perancangan interior bangunan perumahan, komersial, rumah sakit, dan bangunan umum lainnya. Dapat pula bekerja sebagai design principal pada konsultan interior, corporate designer atau perancang setting film, TV, teater.

Bagaimana, tertarik untuk masuk ke Jurusan Arsitektur Universitas Indonesia? Segera daftar, ya!



Apa pendapatmu tentang tulisan ini? BARU!
  • 😊 (63%)
  • 😍 (24%)
  • 😮 (4%)
  • 😒 (3%)
  • 😡 (2%)
  • 😭 (2%)
  • 😆 (1%)