JGTC? Pasti kalian semua sudah hafal dong akronim tersebut. Yap, Jazz Goes To Campus, acara yang setiap tahun diselenggarakan BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis kampus kita ini bakal merayakan tahun ke 39 perhelatan pada Minggu (27/11). Kali ini, para panitia JGTC UI menjunjung tema “Jazz is The Moment” sembari menyandang empat nilai utama perhelatan, yakni welcome, experience, educate, dan enjoy. Kalian tahu nggak sih kalau acara yang baru ada diadakan jaman bang Chandra Darusman dkk masih jadi bagian FEB UI tepatnya 1978 ini didukung sepenuhnya oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia lho!

JGTC ternyata nggak cuma bisa dinikmatin di kampus kuning aja, tapi sejak penyelenggaraan ke 32 tahun 2009, panitia mengadakan roadshow sebagai bagian rangkaian acara JGTC yang bertujuan melanjutkan visi “Bringing Jazz to Campus”. Jalan-jalannya JGTC juga sudah sampai di kota-kota luar Jabodetabek seperti Yogyakarta, Semarang, Bali, Bandung, Bandar Lampung, Malang, Palembang, dan Surabaya. Selama bertahun-tahun, JGTC telah berkembang menjadi salah satu festival kampus yang paling dinanti dengan jumlah pengunjung pada tahun 2006 dan hingga saat ini mencapai 15.000-22.000 orang.

Pengisi acara di JGTC 39 (via Official Line JGTC 39)

Pengisi acara di JGTC 39 (via Official Line JGTC 39)

Banyaknya pengunjung itu disebabkan hajatnya FEBUI ini selalu giat mendatangkan artis bertaraf nasional dan internasional. Beberapa yang pernah mengisi acara ini antara lain, Depapepe, Raisa, Olivia Ong, Sondre Lerche, Ray Harris, Bubi Chen, Bill Saragih, Benny Likumahuwa, Barry Likumahuwa, Ireng Maulana, Jack Lesmana, Indra Lesmana, Riza Arshad, Balawan, Tohpati, Syaharani, Elfa Secioria, Gilang Ramadhan, The Groove, Tulis, Maliq & D’Essentials, Gugun Blues Shelter, Bob James, Dave Koz, Ron Reeves, Coco York, Cabaleros, Claire Martin Quintet, Glenn Fredly, Tompi, Andien, dan Lenka.

Sementara untuk line up pembukaan JGTC UI 2016 ini akan diisi 30 musisi lokal dan tiga musisi internasional di antaranya, Mocca, Margie Segers, Barry Likumahuwa, Indra Lesmana, Adra Karim, Kahitna, Raisa, Tohpati, dan Rizki Febian dari Indonesia, sedangkan international artist yang akan turut serta yakni, Kgomotso Xolisa Mamaila, Samy Thiebault Quartet, dan Daniel Powter.

 

BACA JUGA: Lima Acara ini Wajib Banget Kamu Datengin Seengaknya Sekali Selama Menjadi Mahasiswa UI

advertisement

 

 

Adanya proyek spesial

JGTC Opening and Press Conference yang bertempat di Institut Français d’Indonésie, Jakarta pada tanggal 28 Oktober 2016. (via gigsplay)

JGTC Opening and Press Conference yang bertempat di Institut Français d’Indonésie, Jakarta pada tanggal 28 Oktober 2016. (via gigsplay)

Pecinta musik jazz tahun ini juga bakal disuguhkan dua proyek khusus, salah satunya adalah JGTC All Stars. Proyek itu bertujuan untuk mengenang dan memberikan apresiasi terhadap karya-karya almarhum Ireng Maulana selama memajukan musik jazz di Indonesia. JGTC All Stars: Tribute to Ireng Maulana rencananya akan diisi para musisi jazz legendaris Indonesia di antaranya, Benny Mustapha, Benny Likumahuwa, Jeffrey Tahalele, Sam Panuwun, Hasan Alamudi, Arief Setiadi, Idham Noorsaid, yang akan berkolaborasi dengan anak Ireng, yakni Andrea Maulana untuk membawakan karya-karya Ireng terdahulu.

 

Mengenal Maestro Jazz Indonesia

Ireng Maulana yang sedang tampil saat perhelatan Java Jazz (via sindonews)

Ireng Maulana yang sedang tampil saat perhelatan Java Jazz (via sindonews)

Buat yang belum tahu, Ireng Maulana adalah legenda jazz Indonesia yang telah malang melintang di industri musik asal Amerika Serikat tersebut. Mantan gitaris Eka Sapta Band tersebut pernah diplot untuk mengisi acara Pojok Jazz di TVRI pada 1970an, ikut tampil di North Sea Jazz Festival, Belanda, serta pernah ikut melawat ke Amerika Serikat guna mengisi acara New York World Fair. Pada tahun 1978, Ia mendirikan Ireng Maulana All Stars yang berisikan Benny Likumahuwa (trombone), Hendra Wijaya (piano), Maryono (saksofon), Benny Mustapha (drum), Karis Tes (trompet), Roni (bass), dan ia sendiri sebagai gitaris.

Grup tersebut terus berkembang hingga terbentuknya Ireng Maulana Associates, sebuah organisasi tempat bergabungnya para musisi jazz di Jakarta, hingga menjadi lembaga yang menyelenggarakan pesta musik jazz internasional di Jakarta, yakni Jakarta Jazz Festival.

advertisement

 

Antusiasme luar biasa di Singapura

Tak sampai disitu kiprah Ireng, pada 1983 dalam ajang Festival Jazz Internasional di Singapura, dengan membawa bendera Ireng Maulana All Stars, mereka disambut begitu meriah. Bahkan, setelah acara tersebut, keesokan harinya surat kabar The Sunday Times memunculkan berita berjudul “Standing Ovation for Jazz Group”. Hal itu disebabkan, lantaran penonton Singapura konon tidak semeriah itu saat menyaksikan jazz.

Perjalanan karir Ireng Maulana tersebut ternyata tak tumbuh dari kecil meski kedua orang tuanya adalah musisi, sebab hingga remaja Ireng tak memiliki minat dengan bidang musik. Ireng baru memetik gitar di usia 16 tahun, setelah melihat kesuksesan karir sang kakak, Kiboud Maulana. Niat menguangkan potensinya mulai tumbuh ketika tak diduga ia dan grup bandnya, Joes & His Band ikut serta dalam berbagai ajang festival musik, hingga grupnya menjadi juara dua dan ia didaulat sebagai gitaris terbaik.

 

BACA JUGA: Press Release The 36th Jazz Goes To Campus Festival

 

Karyanya tak akan pernah mati

Ireng Maulana terpilih menjadi pemenang nominasi AMI Legend Awards 2016 (via youtube)

Ireng Maulana terpilih menjadi pemenang nominasi AMI Legend Awards 2016 (via youtube)

Tercatat sejak 1974-2005, Ireng terus menelurkan karya-karyanya di bidang musik yang telah mencapai 17 album, serta terus menjadi inspirasi bagi para pemuda yang doyan bermain musik, salah satunya gitaris Gigi, Dewa Bujana yang pernah diajarkan dan dicarikan job untuk mengisi pagelaran Java Jazz Festival. Beberapa penghargaan pernah direngkuhnya, dan yang terbaru adalah AMI Legend Awards dan Jazz Gunung. Namun, pada sela-sela pagelaran Java Jazz Festival 4-6 Maret 2016, Ireng meninggal di usia 71 tahun karena serangan jantung pada 5 Maret 2016.

Mengingat pentingnya jasa yang telah dilakukan Ireng dalam industri musik asal Amerika Serikat tersebut, panitia mengapresiasi segala bentuk karya yang pria kelahiran Jakarta 5 Juni 1944 itu pernah lakukan ke dalam proyek khusus JGTC 2016. Panitia menyediakan 18 ribu tiket JGTC UI 2016 yang dapat diakses di https://kliring.co.id/jgtc seharga Rp 76 ribu, atau membeli di lokasi saat pagelaran seharga Rp 85 ribu.

cafe

Rundown dan Stage JGTC 39 besok (via Official Line JGTC 39)

Nah, buat kamu pecinta musik Jazz, silahkan datang dan ramaikan JGTC UI 2016 sekaligus mengapresiasi Maestro Jazz kita, Ireng Maulana! Jangan lupa bagikan artikel ini di akun Facebook, Twitter, dan Line kalian agar semua masyarakat tahu kalau BESOK JGTC bakal digelar! Jazz Do It!



Apa pendapatmu tentang tulisan ini? BARU!
  • 😍 (100%)
  • 😭 (0%)
  • 😡 (0%)
  • 😒 (0%)
  • 😮 (0%)
  • 😆 (0%)
  • 😊 (0%)