Sebagai mahasiswa, tentunya tak sedikit pengalaman seru yang bisa kita ceritakan. Namun, percayalah, seberapa seru pun cerita itu, tidak akan seseru pengalaman yang pernah kita alami sendiri.

Berdasarkan pengamatan AnakUI.com, mahasiswa/i Universitas Indonesia saat ini punya banyak kisah seru untuk diceritakan, mulai dari kisah paling kocak sampai yang paling nightmare dan bikin kamu berdoa sepanjang malam supaya penderitaan kamu berakhir.

Penasaran? Well, nggak pake lama, ini dia cerita kehidupan mahasiswa UI yang bakal bikin kamu berdoa supaya besok udah bisa langsung wisuda!

 

Kisah Sedih Tentang Recehan

Uang recehan. (Sumber: menu-menulis)

Uang recehan. (Sumber: menu-menulis)

Biasalah ya, namanya juga mahasiswa, tiap jajan, kalau ada lebihan pasti disimpen baik-baik di bawah kasur. Di atas lemari atau bahkan di selipan pintu kosan. Nah, ketika semua recehan itu sudah terkumpul dengan baik ternyata ketauan jumlahnya nggak sedikit. Dipikir-pikir lumayan nih buat beli sepatu baru, karena sepatu lama udah buluk uwel-uwel dengan perjuangannya yang musti nginjak lumpur kalau keujanan.

Tapi, jangan senang dulu, di saat kebahagiaan mahasiswa memuncak, di saat itu pulalah sang ibu kosan ngetok pintu dan bertanya “Hai, Neng. Apa kabar? Nggak berasa yah sekarang udah tanggal 10 aja.” *sambil dadah – dadah ke kamera tersembunyi*

advertisement

 

Kisah Buku Referensi

Kisah buku referensi. (sumber: wartaexpress)

Kisah buku referensi. (sumber: wartaexpress)

Lain cerita saat kita dikasih tugas sama pak dosen tercinta. Udah mana deadline-nya ketat, harus dikerjain sendiri pula. Meski demikian, kita tidak akan patah semangat karena inilah kita berjuang. “Tidak akan kusia-siakan perjalananku kuliah di kampus yang terkenal sama jaket kuningnya ini!” – Percayalah, semangat ini hanya sementara.

Karena oh karena, beberapa menit kemudian sang dosen berkata, “Tugas ini harus pakai buku referensi yah. Dan saya tahu buku referensi yang bagus untuk itu.”

Jeng jeng!!! Tak lama kemudian dia mengeluarkan sebuah buku dari tasnya dan berkata “Ini dia, buku referensi kamu! Saya tulis sendiri dan dijamin isinya PASTI BAGUS! Bisa ditemukan dengan mudah di toko buku terdekat atau kalau mau beli langsung ke saya juga nggak apa-apa, nanti dapat  diskon.”

Sepintas kita mungkin hanya akan berujar dalam hati, Ih, ngapain sih nih dosen pakai jualan buku segala? Namun, tak lama kemudian sang dosen melanjutkan kata-katanya, “Kalau nggak pakai buku ini sebagai referensi, kalian akan saya kasih nilai C.” Seketika kemudian bumi seolah tak berputar dan kamu akan berharap semoga besok belum kiamat kalau nggak ngerjain pakai buku itu dosen. *pukpuk* Semangat ya, Nak!

 

advertisement

Kisah Ngerjain Tugas (Bagian 1)

Kisah sedih pas ngerjain tugas. (Sumber:)

Kisah sedih pas ngerjain tugas. (Sumber:Photo Credit: NinJA999 via Compfight cc)

Alkisah di suatu kamar kosan, duduklah Henri (bukan nama sebenarnya, karena sebenarnya dia adalah Batman-ceritanya pakai kaos Batman). Henri punya tugas yang harus dikerjakan dengan tenggat waktu 24 jam harus dikumpulkan. Dia pun sibuk mempersiapkan segala macam persiapan, mulai dari kamar yang bersih, kopi, makanan, internet, dan bantal.

Niatnya, sih, biar pikiran santai dan terinspirasi.

Henri pun duduk di depan laptopnya, membuka Microsoft Word, dan… 10 menit pun berlalu.

……………….

10 menit lagi berlalu. Henri mulai mengubah posisi duduknya agak rendah. Tangannya masih menggantung di atas keyboard. Nggak tau mau ngetik apa.

10 menit lagi pun beralu… dan… Henri baru ingat kalau dia lupa matiin kipas angin. Alhasil, Henri pun tertidur… pulas. Sangat… pulas.

Esoknya, dia terbangun tepat satu jam sebelum kelas dimulai, dengan kondisi, dia belum mengerjakan tugas. Sama sekali. Lalu? Apa yang terjadi?

Mari kita tanyakan pada rumput yang nggak bisa goyang.

 

Kisah Ngerjain Tugas (Bagian 2)

Niat ngerjain tugas, eh tapi... (Sumber:)

Niat ngerjain tugas, eh tapi… (Sumber:Photo Credit: Asher Isbrucker via Compfight cc)

Alkisah di suatu kamar kosan, duduklah Jones (bukan nama sebenarnya karena nama sebenarnya adalah… adalah… ah sudahlah, katakan saja Jones karena memang dia Jomblo). Seperti Henri, Jones punya tugas yang harus dikerjakan dengan tenggat waktu 24 jam harus dikumpulkan. Dia pun sibuk mempersiapkan segala macam persiapan, mulai dari kamar yang bersih, kopi, makanan, internet, dan… tidak, dia tidak punya bantal. Mungkin lagi dicuci.

Berbeda dengan Henri, Jones langsung sigap membuka Microsoft Word dan internet. Ia pun sigap mencari referensi yang ia butuhkan dengan mengetik berbagai kata kunci di Google.

Namun, setengah jam kemudian…

Entah kenapa Jones malah sibuk comment-comment-an di Facebook sama cewek yang baru saja dia add “Hi, kamu anak mana? Ketemuan yuk, lucu juga fotonya.”

Jones lupa kalau dia punya tugas. Begitu bosan, dia pun tertidur.

Esoknya, dia terbangun tepat satu jam sebelum kelas, dengan kondisi, dia belum mengerjakan tugas. Sama sekali. Dan dosennya killer. End of the world. Terkait dosen killer pernah juga ditulis di anakUI.com nih: Kata Mahasiswanya, Ini Dosen-dosen UI yang Dianggap ‘Killer’

Nah, kamu punya kisah seru lainnya yang pengin diceritakan? Yuk, bagikan kisah seru kehidupanmu jadi mahasiswa di UI dengan mengetiknya di comment box! Kisah yang paling seru akan kita naikkan di postingan berikutnya, Yeay!

Bagikan kisah seru ini di Facebook, Twitter, dan LINE kamu agar kita semakin terkenal! Yeah!



Apa pendapatmu tentang tulisan ini? BARU!
  • 😆 (73%)
  • 😭 (27%)
  • 😡 (0%)
  • 😒 (0%)
  • 😮 (0%)
  • 😍 (0%)
  • 😊 (0%)