Teman-teman yang biasa mengendarai sepeda motor ke kampus atau main, pasti pernah dong ngalamin rasa kantuk di jalan? Gimana nggak, wong kita dikipasin mulu sama AC alami di jalanan, apalagi kalau kita nggak bawa teman yang bisa diajak ngobrol selama mengemudi.

Perasaan lelah, kantuk, atau bahkan tidur saat mengendarai sepeda motor di jalan raya banyak menyebabkan kecelakaan. Seringkali kita nggak peduli sama kondisi kebugaran badan kita saat ngendarain motor, karena (mungkin) terburu-buru dan takut telat menghadiri pertemuan atau kuliah. Sangat beresiko memang, tapi mau gimana lagi? Kita mesti dateng dan sudah telat pula!

Atas persoalan itu, muncul ide dari mahasiswa kampus kita tercinta ini untuk membuat helm anti kantuk nih, guys. Nama helmnya BUZZER, The Ultimate Helmet. Helm ini dianggap penciptanya, ampuh untuk mengatasi rasa kantuk saat berkendara motor. Helm ini diciptakan untuk mendeteksi kondisi kantuk yang dialami pengendara, lalu helm akan bergetar ketika mendeteksi aktifitas ke-ngantuk-an pengendaranya melalui detak jantung dan gelombang otak.

Mahasiswa kreatif yang bikin helm ini adalah Angela Shinta dan Roy Maryo. Berawal dari keprihatinan mereka terhadap angka kecelakaan kendaraan bermotor yang disebabkan kantuk bertambah, Angela dan Roy berinisiatif memberikan pencegahan untuk mengatasi kondisi alami manusia itu.

Angela dan Roy, pencetus gagasan helm anti ngantuk BUZZER (via Official Line Info Mahasiswa UI)

Cara kerja si helm anti ngantuk ini adalah dengan mendeteksi gejala kantuk melalui detak jantung dan gelombang otak yang bakal dideteksi dengan menggunakan pulse sensor dan Electroenchephalogram (EEG). Melalui kerangka EEG itulah data array didapat, sedangkan pulse sensor akan bekerja untuk mendapatkan denyut jantung. Pola data dikirim dan diterima Arduino Uno. Micro-controller itu bakal menangkap sinyal berupa frekuensi gelombang otak dan detak jantung. Setelah itu, data array bakal dirubah menjadi hertz, serta membaca kecepatan denyut jantung. Dengan menggunakan program pola, akan diketahui penyebab kantuk berupa detak jantung yang kurang dari 80 bpm (beats per minute) dan frekuensi gelombang mencapai theta (4-8 hertz).

Nah, kalau indikasi kantuk seperti itu sudah terdeteksi, maka gelombang yang dideteksi itu bakal diubah sistem menjadi getaran untuk memberi peringatan pengendara agar tetap terjaga dari kantuk. Penggetar itu sendiri memiliki tingkat tertentu sesuai setelan dan tingkat indikasi kantuk yang terdeteksi.

advertisement

 

BACA JUGA: Soft Skills Ini Sebenarnya Apa, Sih? Gimana Cara Mengembangkannya?

 

Bagaimana nih teman-teman? Menarik bukan? Mau nyoba? Atau mau buat yang lebih canggih? Kalau gitu jangan lupa buat share artikel ini ke Akun Facebook, Twitter, dan Line kamu biar semua orang bisa pesan helmnya ke Angelina dan Roy! Mari tingkatkan keamanan dalam berkendara!



Apa pendapatmu tentang tulisan ini? BARU!
  • 😍 (100%)
  • 😭 (0%)
  • 😡 (0%)
  • 😒 (0%)
  • 😮 (0%)
  • 😆 (0%)
  • 😊 (0%)

advertisement