[peringatan: tulisan ini memiliki tingkat sensitivitas tinggi. Kesamaan nasib, angka, maupun IPK merupakan hal yang tidak disengaja dan hanya kebetulan belaka]

Selamat tahun baru, civitas!
Tidak terasa, besok adalah batas terakhir pengunggahan nilai di semester ganjil. Berbagai nilai yang tadinya masih berstatus empty pun bermunculan satu demi satu di menit-menit akhir, seolah menjadi bom yang meledak mendadak setelah mengisi EDOM. Nah, untuk mengisi hari Senin pertama di 2015, kali ini kami bakal mengangkat topik terkini yakni macam-macam grafik IPK di SIAKNG. Here we go!

1. Grafik Rumah Cluster

Tipe1Tipe pertama ini biasa dialami oleh mahasiswa tahun pertama, di mana bar dari setiap semester masih renggang dan berjarak lebar-lebar. Disebut cluster soalnya besaran antara IPS dan IPK-nya masih kembar alias serupa, dengan catatan kalo lulus semua. Jika udah fix dan nggak berubah, biasanya sang pemilik bakal meng-capture, kemudian mempostingnya di media sosial dengan hashtag “Alhamdulillah IP Perdana”

 

2. Grafik Naik-naik ke Puncak Gunung

tipe2Memasuki tahun kedua atau ketiga perkuliahan, kemampuan mahasiswa buat menyeimbangkan buku-pesta-cinta bakalan keliatan di sini. Bagi yang bisa konsisten membaginya secara baik (ya… paling nggak lagi mujur), biasanya IP-nya bakal bertahan, malah meningkat dengan lumayan.

advertisement

 

3. Grafik Ninja Hattori

tipe3Dibanding dengan grafik sebelumnya, fenomena ini sering ditemukan di mahasiswa-mahasiswa tingkat dua yang kadang-bisa-kadang-kaga dalam menyeimbangkan buku-pesta-cintanya. Layaknya gelombang longitudinal yang pernah kita pelajari selagi bimbel, pada suatu waktu, mahasiswa yang bersangkutan bisa mempertahankan IP-nya, di saat yang lain, nilainya anjlok, kemudian mendaki lagi, eh, menuruni lembah lagi.

 

4. Grafik Adele

tipe4Apakah grafik kamu mengalami tren penurunan setidaknya dua semester belakangan? Waspadalah, jangan-jangan kamu lagi termasuk ke dalam fase Adele yang satu ini! Yoi. Rolling in the deep. Coba kamu evaluasi kenapa pencapaianmu bisa terus menurun, misalnya “apakah pacar kamu mengganggu akademikmu?”, kalo jawabannya iya, saran dari kami mending kamu nyari temen seangkatan yang pinter namun mudah dikibuli. Lumayan lah ya, bisa dikontrak pacaran sampe dapet gelar sarjana.

 

5. Grafik Mengejar Wisuda

tipe5Tipe ini dialami oleh mahasiswa yang kebelet sarjana dan nggak pernah absen buat mengambil semester pendek setiap tahunnya. Jika kita mencoba menilik tab SIAKNG-nya, niscaya kita bakal menemukan grafik-grafik rapat yang lebih banyak ketimbang temen seangkatannya –karena SP terus- dengan ketinggian yang berbagai macam. Nggak peduli seberapa nilainya, pokoknya yang penting lulus, tiga setengah tahun, cepat bertoga, dan siap dipersunting kapan aja.

advertisement

 

6. Grafik Persembahan Agung Sedayu

tipe6Buat yang sering menghabiskan Sabtu-Minggu di depan televisi, pasti udah nggak asing dengan iklan dari alumnus kita, Feni Rose yang menjual apartemen maupun perkantoran hi-rise di setiap weekend-nya. Ya, selalu ada tower-tower pencakar langit baru yang bermunculan di setiap semester, begitulah kiranya gambaran nasib para mahasiswa yang nggak pernah dapet IP di bawah 3,5 semasa hidupnya. Entah karena sifat ambis yang berlebihan, atau bisa jadi memang begitulah semesta menakdirkan mereka.

 

7. Grafik Ilmu Padi

tipe7Kebalikan dari yang sebelumnya, ketinggian grafik pada tipe terakhir ini nampaknya mengikuti filosofi ilmu padi. Ya, semakin semester tua, semakin berisi dan merunduk. Biasanya tipe ini terjadi karena banyak penyebab, mulai dari mata kuliah jurusan sendiri yang ternyata nggak semudah MPKT, sibuk kegiatan sana-sini, faktor dosen, maupun hal-hal gaib lainnya. Tapi inget, jangan minder cuma gara-gara hal ini. Toh kalo meninggal nanti, yang bakal ditanya adalah Tuhanmu siapa, bukan IP-mu berapa.

***

 

Ya, membicarakan IP adalah salah satu hal yang tabu dan tidak layak untuk diperbincangkan bagi sebagian besar mahasiswa di Indonesia. Tapi, berapapun IP kamu, ketahuilah bahwa ada yang lebih penting dari jejeran angka yang kelak tercetak di ijazah. Yoi, apalagi kalo bukan berbagai softskills yang hanya bisa didapat lewat lomba, seminar, forum diskusi, kepanitiaan, maupun organisasi?

Selamat liburan!



Apa pendapatmu tentang tulisan ini? BARU!
  • 😆 (86%)
  • 😡 (3%)
  • 😒 (3%)
  • 😮 (3%)
  • 😍 (2%)
  • 😭 (2%)
  • 😊 (2%)